Skip to content

Diaspora Indonesia di Singapura

  • Wisnu Wardana Antar BKKP Raih ISO 9001:2015, Bukti Nyata Layanan Kesehatan Maritim Kelas Dunia Berita
  • Beni Priyatna Dilantik Jadi Ketua Harian ASPEL B3 Indonesia 2025–2028 Berita
  • PERAYAAN NATAL LINTAS ORGANISASI KOTA BATAM 2022 Berita
  • BANSOS: Warga Pulau Penyalai mendatangi Balai Pertemuan tempat Pengobatan Gratis Acara
  • Pemuda Karimun Bangkit! GEMPAR KEPRI Tunjuk Caretaker Baru untuk Misi Pelayanan dan Kepemimpinan Daerah Berita
  • Silaturahim Wakil Presiden RI beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dengan Diaspora Indonesia di Singapura Singapura
  • LINTAS ORMAS: BAKTI SOSIAL BERBAGI KASIH POLDA KEPRI BERSAMA 8 ORGANISASI MASYARAKAT BERSATU Berita
  • SINGAPURA: Mengikuti Bazar UMKM di Singapura Singapura

PANITIA MUSDA PGLII KOTA BATAM RESMI DILANTIK

Posted on 22-August-202622-August-2026 By suaraindosg

Dari Mimbar Ibadah Menuju Babak Baru Kepemimpinan: Iman, Integritas dan Persatuan Jadi Kompas Pelayanan

BATAM — Sebuah babak baru mulai ditorehkan dalam perjalanan Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Batam. Bukan dengan gegap gempita sebuah seremoni politik. Bukan pula dengan sekadar seremoni organisasi. Perjalanan menuju Musyawarah Daerah (MUSDA) PGLII Kota Batam justru diawali dari sebuah ibadah. Di hadapan Tuhan, para panitia menerima mandat untuk mempersiapkan sebuah forum yang akan menjadi salah satu momentum penting bagi masa depan pelayanan PGLII Kota Batam. Ibadah Syukur dan Pelantikan Panitia MUSDA PGLII Kota Batam digelar Senin, 10 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB, di Gereja GPI, Jalan Suci, Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam. Hari itu bukan sekadar tentang pelantikan. Hari itu adalah tentang kepercayaan. Tentang sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepada orang-orang yang diharapkan mampu menjaga proses organisasi dengan iman, integritas dan hati nurani yang murni. Dan dari tempat itulah perjalanan menuju MUSDA dimulai.


Bukan Sekadar MUSDA, Tetapi Menentukan Arah Perjalanan Pelayanan

MUSDA PGLII Kota Batam memiliki agenda penting: salah satunya adalah memilih Ketua PD PGLII Kota Batam untuk periode kepengurusan berikutnya. Namun, makna MUSDA tidak berhenti pada siapa yang nantinya duduk di kursi kepemimpinan. Ada pertanyaan yang jauh lebih besar yang sedang menunggu untuk dijawab: Ke mana PGLII Kota Batam akan melangkah setelah MUSDA? Bagaimana pelayanan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili dapat semakin kuat? Bagaimana persatuan dapat terus dirawat di tengah keberagaman? Bagaimana PGLII dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas dan panggilan pelayanannya? Dan yang paling mendasar: Bagaimana organisasi ini dapat terus menjadi berkat bagi gereja, masyarakat dan bangsa? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat MUSDA menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. MUSDA adalah momentum konsolidasi. MUSDA adalah momentum evaluasi. MUSDA adalah momentum menentukan arah. Dan karena itu pula, orang-orang yang dipercaya mempersiapkannya memiliki tanggung jawab yang tidak kecil.


“PERJUANGKAN PERJUANGAN YANG BAIK”

Ibadah Syukur yang mengawali rangkaian kegiatan dipimpin oleh Pdt. Abraham Th. Terru, M.A., selaku Penasihat PD PGLII Kota Batam. Dalam pemberitaan firman Tuhan, Pdt. Abraham mengangkat pesan dari 1 Timotius 1:18 (TB):

“Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.”

Ayat tersebut seolah menjadi kompas rohani bagi seluruh panitia. Sebab sebuah organisasi dapat memiliki struktur yang lengkap. Sebuah kegiatan dapat memiliki jadwal yang rapi. Sebuah persidangan dapat memiliki tata tertib. Namun semua itu tidak akan memiliki makna yang utuh apabila tidak dibangun di atas karakter dan integritas orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, pesan “memperjuangkan perjuangan yang baik” menjadi sangat kuat. Panitia tidak hanya diminta menyelesaikan pekerjaan. Panitia dipanggil untuk melayani. Ada perbedaan besar antara bekerja karena tugas dan bekerja karena panggilan. Ketika sebuah tanggung jawab dipandang sebagai pelayanan, maka setiap keputusan akan ditempatkan dalam perspektif yang lebih besar. Bukan siapa yang menang. Bukan siapa yang paling berpengaruh. Melainkan bagaimana seluruh proses dapat membawa kebaikan bagi pelayanan dan kemuliaan Tuhan.


IMAN DAN INTEGRITAS: DUA HAL YANG TIDAK BOLEH DIPISAHKAN

Pesan firman tersebut sekaligus menempatkan dua hal penting sebagai fondasi: iman dan hati nurani yang murni. Iman memberi keberanian untuk melangkah. Integritas memastikan langkah tersebut tetap berada di jalan yang benar. Dalam sebuah proses organisasi, keduanya sangat penting. Akan ada banyak keputusan yang harus dibuat. Akan ada banyak pendapat yang mungkin muncul. Akan ada berbagai kepentingan yang perlu dikelola. Akan ada perbedaan pandangan yang harus disikapi dengan dewasa. Di tengah semua dinamika tersebut, integritas menjadi pagar. Integritas berarti berani melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Integritas berarti menjaga amanah meskipun tidak selalu mudah. Integritas berarti menempatkan kepentingan pelayanan di atas kepentingan pribadi. Dan integritas berarti mampu mempertahankan persaudaraan bahkan ketika terjadi perbedaan. Itulah sebabnya pesan dari mimbar ibadah tersebut terasa begitu kuat untuk mengiringi perjalanan menuju MUSDA. Sebab MUSDA yang besar membutuhkan proses yang berintegritas.


PDT. JUNUS HELWEND, S.TH. DIPERCAYA MEMIMPIN PANITIA

Dalam kepanitiaan MUSDA PGLII Kota Batam, Pdt. Junus Helwend, S.Th. dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana MUSDA PGLII Kota Batam. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi mandat untuk memimpin seluruh proses persiapan menuju pelaksanaan MUSDA. Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Pdt. Junus Helwend akan mengoordinasikan berbagai unsur kepanitiaan agar seluruh tahapan dapat berjalan secara tertib, terarah, profesional dan sesuai dengan ketentuan organisasi. Pekerjaan besar tentu tidak pernah diselesaikan seorang diri. Karena itu, kepanitiaan MUSDA melibatkan berbagai unsur pelayanan yang akan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Administrasi harus dipersiapkan. Peserta harus dikoordinasikan. Agenda persidangan harus dirancang. Kebutuhan teknis harus dipastikan. Komunikasi harus dibangun. Dan seluruh tahapan harus berjalan dalam satu garis koordinasi yang jelas. Semua membutuhkan kerja tim. Semua membutuhkan kepercayaan. Dan semua membutuhkan satu semangat: MUSDA harus berjalan dengan baik.


MELKYSEDEK: MENGAWAL JANTUNG TEKNIS MUSDA

Dalam pelaksanaan teknis acara MUSDA PGLII Kota Batam, Melkysedek, yang juga merupakan salah satu Anggota Pembina Ormas GEMPAR Provinsi Kepulauan Riau, dipercaya untuk memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan teknis acara. Peran tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian MUSDA dapat berlangsung secara terstruktur. Sebuah forum besar tidak hanya membutuhkan gagasan yang baik. Ia juga membutuhkan eksekusi yang presisi. Waktu harus terukur. Alur acara harus jelas. Peserta harus terkoordinasi. Kebutuhan teknis harus siap. Dan setiap bagian harus bergerak dalam ritme yang sama. Karena itu, koordinasi teknis menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan MUSDA. Pembagian tanggung jawab antara pimpinan panitia dan koordinator teknis diharapkan mampu memperkuat kerja tim sehingga seluruh persiapan dapat dilakukan secara profesional dan terukur.


PELANTIKAN: SAAT TANGGUNG JAWAB BERUBAH MENJADI AMANAH

Setelah ibadah syukur, suasana kemudian berlanjut pada prosesi pelantikan Panitia MUSDA PGLII Kota Batam. Di titik inilah tanggung jawab organisasi secara resmi mulai melekat. Pelantikan bukan hanya pengukuhan nama-nama dalam sebuah struktur. Ada amanah di balik setiap posisi. Ada tanggung jawab di balik setiap jabatan. Dan ada ekspektasi besar agar setiap orang yang dipercaya mampu memberikan kontribusi terbaik. Bagi para panitia, perjalanan ini mungkin akan dipenuhi berbagai kesibukan. Akan ada rapat. Akan ada koordinasi. Akan ada persiapan. Akan ada evaluasi. Bahkan mungkin akan ada perbedaan pendapat. Tetapi semuanya merupakan bagian dari proses. Yang terpenting adalah bagaimana setiap dinamika dapat dihadapi dengan kedewasaan, komunikasi dan semangat persaudaraan. Sebab keberhasilan MUSDA bukan milik satu orang. Keberhasilan MUSDA adalah keberhasilan bersama.


KETIKA FELLOWSHIP MENJADI KEKUATAN

Menariknya, setelah pelantikan, kegiatan tidak langsung berhenti. Rangkaian acara dilanjutkan dengan fellowship bersama. Di sinilah suasana menjadi lebih cair. Tidak ada sekat formal yang terlalu kaku. Para panitia, pengurus, penasihat dan unsur pelayanan dapat bertemu dalam suasana yang lebih hangat. Karena terkadang, sebuah organisasi tidak hanya membutuhkan rapat. Organisasi juga membutuhkan perjumpaan manusia dengan manusia. Percakapan sederhana dapat membangun kepercayaan. Saling mengenal dapat membuka komunikasi. Kebersamaan dapat menghilangkan jarak. Dan persaudaraan dapat menjadi kekuatan ketika organisasi menghadapi tantangan. Fellowship menjadi pengingat bahwa di balik semua struktur, jabatan dan agenda organisasi, ada manusia-manusia yang dipanggil untuk berjalan bersama dalam pelayanan.


MUSDA: MENCARI PEMIMPIN, MEMBANGUN MASA DEPAN

Pemilihan Ketua PD PGLII Kota Batam pada MUSDA mendatang tentu menjadi perhatian penting. Namun proses tersebut diharapkan tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk mendapatkan posisi. Lebih jauh dari itu, pemilihan kepemimpinan harus menjadi bagian dari upaya menemukan figur yang mampu membawa organisasi memasuki fase pelayanan berikutnya. Pemimpin bukan hanya orang yang berada paling depan. Pemimpin adalah orang yang bersedia berjalan bersama. Mendengar. Melayani. Mengambil keputusan. Bertanggung jawab. Dan ketika diperlukan, berdiri paling depan menghadapi tantangan. Karena itu, MUSDA diharapkan mampu menghadirkan proses demokratis yang sehat, transparan, tertib dan berintegritas. Perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan persaudaraan. Pilihan boleh berbeda. Pandangan boleh beragam. Namun tujuan harus tetap satu: membangun pelayanan PGLII Kota Batam yang semakin kuat.


LEBIH DARI PERGANTIAN KETUA

Jika hanya dilihat dari kalender organisasi, MUSDA mungkin terlihat seperti agenda rutin. Tetapi jika dilihat dari perspektif pelayanan, MUSDA memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah kesempatan untuk berhenti sejenak. Melihat apa yang telah dilakukan. Mengevaluasi apa yang masih kurang. Mendengar suara gereja dan lembaga-lembaga anggota. Membangun kembali komunikasi. Kemudian melangkah bersama menuju masa depan. PGLII Kota Batam berada dalam lingkungan masyarakat yang terus berubah. Tantangan pelayanan semakin kompleks. Generasi muda menghadapi realitas baru. Teknologi mengubah cara manusia berkomunikasi. Masyarakat membutuhkan kehadiran gereja yang tidak hanya berbicara, tetapi juga hadir dan memberikan dampak. Dalam konteks itulah, kepemimpinan PGLII ke depan akan memiliki peran penting. Bukan hanya menjaga apa yang sudah ada. Tetapi juga berani membaca zaman. Berani melakukan inovasi. Berani membangun kolaborasi. Dan tetap teguh menjaga nilai-nilai iman Kristen.


SATU TUBUH, SATU PANGGILAN, SATU HARAPAN

Pada akhirnya, perjalanan menuju MUSDA bukan tentang satu orang. Bukan tentang satu kelompok. Bukan tentang satu gereja. MUSDA adalah tentang kebersamaan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili dalam menjalankan panggilan pelayanan. Karena itu, semangat persatuan menjadi sangat penting. PGLII Kota Batam diharapkan terus menjadi ruang perjumpaan, ruang pelayanan dan ruang kolaborasi. Perbedaan denominasi tidak seharusnya menjadi tembok. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi jarak. Justru keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika ditempatkan dalam satu tujuan pelayanan. Dan mungkin, di situlah makna terdalam dari MUSDA. Bukan sekadar menentukan siapa yang akan memimpin. Tetapi menentukan bagaimana semua orang dapat berjalan bersama setelah pemimpin itu dipilih.


DARI BATAM, SEBUAH BABAK BARU DIMULAI

Pelantikan Panitia MUSDA PGLII Kota Batam pada 10 Agustus 2026 menjadi penanda dimulainya perjalanan menuju sebuah momentum penting. Perjalanan itu kini berada di tangan panitia. Mereka akan bekerja. Mereka akan berkoordinasi. Mereka akan mempersiapkan. Dan pada waktunya, seluruh proses tersebut akan bermuara pada MUSDA. Namun satu pesan dari ibadah syukur akan terus menjadi pengingat:

“Memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.”

Pesan itu bukan hanya untuk panitia. Pesan itu juga menjadi refleksi bagi seluruh keluarga besar PGLII Kota Batam. Bahwa organisasi boleh berubah. Kepemimpinan boleh berganti. Generasi boleh berganti. Tetapi panggilan pelayanan harus terus berjalan. Dan dalam perjalanan tersebut, iman harus tetap menjadi dasar, integritas menjadi karakter, persaudaraan menjadi kekuatan dan pelayanan menjadi tujuan. Kini, panggung menuju MUSDA telah dibuka. Panitia telah dilantik. Mesin organisasi mulai bergerak. Harapan mulai dinyalakan. Dan dari Kota Batam, sebuah babak baru perjalanan pelayanan PGLII sedang dipersiapkan. Bukan sekadar untuk memilih seorang pemimpin. Tetapi untuk menentukan langkah bersama. Bukan sekadar menyelenggarakan sebuah MUSDA. Tetapi untuk mempersiapkan masa depan pelayanan. Dengan iman. Dengan integritas. Dengan persaudaraan. Dan dengan satu keyakinan: Perjuangan yang baik harus diperjuangkan dengan hati yang benar.

Soli Deo Gloria.

(IMAMel)

Acara Tags:batam, kepri, lintas organisasi, sosial

Post navigation

Previous Post: Forum Pemuda Antar Gereja Gelar Talkshow Spektakuler “Etika Bermedia Sosial & Strategi Menghadapi Perbedaan Karakter di Era Digital”
Next Post: RAPAT KOORDINASI AWAL DENGAN PW PGLII KEPRI

Related Posts

  • BAKSOS: Pengobatan Gratis Menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia 17 Agustus 2024 Acara
  • BATAM: Hari ini Berkegiatan Sosial Bersama Berkunjung ke 2 Panti Asuhan di Kota Batam Acara
  • Nihon Nagoya Festival 2026 Hari Pertama Sukses Digelar dengan Opening Ceremony dan Talkshow Pendidikan Acara
  • BATAM: KASIH SAYANG UNTUK SESAMA Acara
  • BANSOS: Warga Pulau Penyalai mendatangi Balai Pertemuan tempat Pengobatan Gratis Acara
  • BANSOS: Kumpul di BATAM dan Berangkat Menuju Pulau Penyalai Acara
  • Acara
  • Berita
  • Singapura
  • RAPAT KOORDINASI AWAL DENGAN PW PGLII KEPRI
  • PANITIA MUSDA PGLII KOTA BATAM RESMI DILANTIK
  • Forum Pemuda Antar Gereja Gelar Talkshow Spektakuler “Etika Bermedia Sosial & Strategi Menghadapi Perbedaan Karakter di Era Digital”
  • Wisnu Wardana Antar BKKP Raih ISO 9001:2015, Bukti Nyata Layanan Kesehatan Maritim Kelas Dunia
  • Nihon Nagoya Festival 2026 Hari Pertama Sukses Digelar dengan Opening Ceremony dan Talkshow Pendidikan
No comments to show.
  • August 2026
  • April 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • August 2024
  • April 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • BANSOS: Warga Pulau Penyalai mendatangi Balai Pertemuan tempat Pengobatan Gratis Acara
  • BATAM: Tea Reception to Welcome Mr.Gavin Ang & Farewell Mr. Mark Low , Consulate-General of The Republic of Singapore Singapura
  • LINTAS ORMAS: BAKTI SOSIAL BERBAGI KASIH POLDA KEPRI BERSAMA 8 ORGANISASI MASYARAKAT BERSATU Berita
  • Nihon Nagoya Festival 2026 Hari Pertama Sukses Digelar dengan Opening Ceremony dan Talkshow Pendidikan Acara
  • PERAYAAN NATAL LINTAS ORGANISASI KOTA BATAM 2022 Berita
  • SABU: Menyerahkan hibah 2 Laptop kepada pendidikan anak usia dini (PAUD) di Sabu Berita
  • GEMPAR Kepri Guncang Semangat HUT ke-80 RI: Pemuda Bangkit, Batam Bergelora! Berita
  • Pemuda Karimun Bangkit! GEMPAR KEPRI Tunjuk Caretaker Baru untuk Misi Pelayanan dan Kepemimpinan Daerah Berita

Copyright © 2026 .

Powered by PressBook News WordPress theme

WhatsApp
Hello 👋
Can we help you?
Open chat
Powered by Joinchat